...Lebih Baik Diasingkan Daripada Harus Menyerah Pada Kemunafikan...

Kamis, 04 Agustus 2011

Wow! Kencing 'Berdiri' Efektif Cegah Kanker

INILAH.COM,Jakarta - Kanker serviks adalah musuh utama kaum perempuan. Karenanya berbagai upaya pencegahan dilakukan di antaranya melalui sebuah metode 'standing pee'. Benarkah?

Sejauh ini, oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendeteksi awal adanya penyakit kanker serviks bisa dilakukan dengan dua cara, yakni pap smear dan vaksin. Ternyata, ada cara lain dan sedikit unik yang  bisa mencegah timbulnya kanker serviks, yaitu standing pee atau kencing berdiri.

Menurut pakar kesehatan, dr Ananto Sidohutomo MARS menyebutkan pilihan kencing berdiri ini tidak hanya berguna mencegah kanker. Tapi juga memungkinkan setiap wanita mendapat prasarana membuang air kecil secara higienis, nyaman, dan meminimalkan penggunaan sanitasi dan air yang banyak ditemukan bakteri, jamur, parasit, dan virus.

"Pencegahan bisa dilakukan dari sisi apa saja. Untuk mencegah dan mengantisipasi kanker serviks, ada kartu skor deteksi dini kanker serviks, ada pap-smear, ada vaksinasi HPV, ada valeri, dan'standing pee' ,"kata Ananto.

Posisi kencing, kata dr Ananto,  mempengaruhi aliran rembesan urin ke vagina. Menurut dr. Ananto, urin bukan cairan yang bersih. Urin termasuk sisa metabolisme tubuh yang membuang zat-zat tidak berguna di tubuh.

Bila sisa urin mengendap di vagina maka akan menganggu kebersihannya.
"Ingat, faktor tidak bersih juga memicu munculnya kanker serviks. Sedangkan dengan posisi berdiri, urin akan memancar keluar dari lubang uretra tanpa mengendap di bagian vagina," ungkap dr. Ananto.

Selasa, 02 Agustus 2011

Bahaya kafein saat puasa

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Sebaiknya, hindari minuman berkafein selama bulan Ramadhan. Pasalnya, seperti dikatakan Dokter Titus Nursyirwan, minuman ini bisa mempercepat proses dehidrasi.
"Bagi para pecinta kopi, selama Ramadhan sebaiknya kurangi minum kopi karena minuman mengandung kafein, teh atau minuman bersoda, bisa mempercepat proses dehidrasi," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini.
Selama Ramadhan, katanya, sangat penting menjaga tubuh jangan sampai mengalami dehidrasi. "Makanya konsumsi air minum sebanyak delapan sampai 10 gelas per hari saat berbuka dan santap sahur," katanya. Mengkonsumsi minuman bersoda dan berkafein, katanya, selain akan membuat terjaga di malam hari, juga  memiliki efek diuretik, atau memperbanyak air seni.
Titus juga menerangkan berpuasa Ramadhan merupakan waktu tepat memperbaiki metabolisme tubuh sehingga tubuh makin sehat. Jangan memikirkan berpuasa sebagai cara berdiet, namun bagaimana menahan nafsu dan menjalani hidup sehat. "Tanyakan pada dokter, bagaimana cara terbaik membantu tubuh agar bisa menjalankan puasa dengan sehat," katanya menyarankan.
Selain itu, ia juga menyarankan, bagi yang menjalankan ibadah puasa tetap mempertahankan kebiasaan makan yang baik dengan menu seimbang dengan buah dan sayuran.